Home / Tangerang / PAKAR HUKUM: “AJAKAN PILIH KOTAK KOSONG ADALAH PEMBODOHAN”

PAKAR HUKUM: “AJAKAN PILIH KOTAK KOSONG ADALAH PEMBODOHAN”

BP.TANGERANG- (Tangerang Selatan) Negara Indonesia adalah Negara yang berdasarkan Pancasila, untuk berbicara politik kendaraannya adalah Partai politik, jika sudah sepakat dan mufakat dan itu sudah di sahkan oleh konstitusi dan undang-undang yang koridornya tidak melanggar hukum itu merupakan suatu demokrasi di Indonesia, kita jangan beracuan dengan demokrasi yang ada di Negara barat. Indonesia ini Negara yang bermusyawarah dan bermufakat, historisnya karena kesepakatan konsensus,dan kesepakatan bersama, inilah yang dinamakan Indonesia  yang berdemokrasi Pancasila.

 

Ketua HAMI Banten, Alexander Waas. S.H, mengatakan, “intinya untuk masyarakat yang penting bisa hidup sejahtera dan anak-anak bisa sekolah jadi jangan dipaksakan doktrin-doktrin dari Negara barat untuk kita pecah belah mereka, silahkan saja mensosialisasikan untuk memilih pasanagan calon atau kotak kosong, dan menurut saya hanya orang bodoh yang mengkampanyekan untuk pilih kotak kosong, dan lebih bodoh lagi apabila mengikutinya, karena kalo kotak kosong menang akan ada yang namanya pejabat sementara, dan dalam setehun akan ada pemilihan lagi dan sudah pasti pakai anggaran dan kas Negara atau kas daerah, ini saya anggap buang-buang duit dan mubajir, karena seharusnya satu kali tapi menjadi dua kali melakukan Pilkada,”ungkapnya.

 

Alex pun menjelaskan, “Jangan karena kurang pemahaman, ketidak tahuan, kedangkalan pemikiran, kurangnya informasi, kita mengajak masyarakat beramai-ramai  untuk ikut dalam ketersesatan dan menyesatkan masyarakat seolah-olah pemikiran itulah yang benar, memang kita bebas berfikir dan bebas berpendapat, tapi jangan sampai kita menjerumuskan masyarakat yang tidak tau apa-apa, karena kita punya kepentingan pribadi atau kelompok yang pemahaman tentang demokrasinya kurang,”tuturnya.

 

Masih kata Alexander Waas, “demokrasi kita adalah demokrasi Pancasila bukan demokrasi barat seperti Amerika serikat, Perancis dan lainnya, memang sama-sama demokrasi  tapi cara penyajian di Indonesia berbeda, sah-sah saja ketika kita berkumpul, bermusyawarah, dan bermufakat itulah yang dinamakan demokrasi yang sesungguhnya, memang tidak ada yang salah jika banyak calon dan berkompetisi itu bagus,namun tidak ada demokrasi Pancasila nya, kenapa? Karena tidak menjunjung persatuan dan kesatuan, yang ada hanya menimbulkan perpecahan, sebab mengelompokan masyarakat untuk dukung masing-masing calonnya  itu kalo benar kalo tidak benar akan bentrok gesrut-gesrutnya, sementara elitnya enak-enakkan, ngopi-ngopi dan lobi-lobi santai, kan masyarakat yang kasihan, jadi janganlah kita dorong mereka kearah yang salah, jika memang merasa sudah pintar kenapa tidak membuat buku saja atau membuat seminar?,”pungkas ketua HAMI Banten pada (07/05).        (dadi/bentengpos.com)

About Iksan Bhakti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*