Home / Tangerang Kota / Ketua DPRD Kota Tangerang Kecam Adanya Intake Tidak Berizin

Ketua DPRD Kota Tangerang Kecam Adanya Intake Tidak Berizin

BP. TANGERANG – (Kota Tangerang) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang akan menindak adanya aduan masyarakat yang resah tentang adanya intake tidak berizin milik PT Villa Permata Cibodas yang berlokasi di wilayah Panunggangan Barat, Kecamatan Cibodas.

Ketua DPRD Gatot Wibowo, yang didampingi oleh Wakil Ketua 1 Turidi Susanto, dan Ketua Komisi IV Sumarti, melakukan mediasi terkait adanya intake PT Villa Permata Cibodas yang berdiri sejak 2017, bersama LSM Bintang Merah di ruang rapat pimpinan DPRD Kota Tangerang, Selasa (2/6).

Dalam kesempatan tersebut, LSM BMI membahas prihal Intake yang menjadi bahan baku air bagi warga hunian real estate LIPPO Karawaci, yang diketahui tidak mengantongi izin ataupun rekomtek pembangunannya dari Instansi di Kota Tangerang.

Oleh karena itu, Ketua DPRD Kota Tangerang, Gatot Wibowo mengatakan akan segera melakukan penyidakan dan memanggil pihak terkait berdasarkan adanya informasi dan keresahan dari warga Panunggangan Barat.

“Ini akan kami tindak lanjuti dan akan kami lakukan sidak ke lokasi, dari Komisi I dan Komisi IV. Karena ini menyangkut perizinan dan dampak dari pembangunan,” ucap Gatot Wibowo, Senin (2/6).

Ia pun mengatakan, dari adanya informasi berdirinya intake yang terbangun sejak 2017 seharusnya dalam sebuah proses pembangunan ini ada izin yang jelas ada kajian yang jelas, juga ada sumber PAD untuk pemerintah Kota Tangerang.

“Nanti Dinas-dinas terkait seperti Perizinan, Satpol PP, Perkim, yang terkait akan kita panggil. Karena semangat kita menjadikan Kota Tangerang ini menjadi Kota ramah investasi, jadi investasinya juga perizinannya harus jelas untuk masyarakat Kota Tangerang,” tukasnya.

Dilain sisi, Ketua RT setempat yang akrab disapa Njun saat didampingi bersama warga Panungganan Barat mengatakan sudah terlalu resah dengan adanya intake yang berdiri di lingkungannya, karena dengan berdirinya intake tersebut menjadi salahsatu penyebab banjir dan juga menjadi penyebab kurangnya debit air di sumur warga.

“Warga juga udah cape dijanjiin terus, juga pas ada intake ini kan sumur-sumur warga pada berkurang, kesedot sama intake itu,” keluhnya.     (Yudh/Bentengpos.com)

About bentengpos.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*