Home / Tangerang Selatan / LBH PRIMAIR INDONESIA : KASUS PERKOSAAN AF, MASYARAKAT DESAK PROPAM PERIKSA PENYIDIK

LBH PRIMAIR INDONESIA : KASUS PERKOSAAN AF, MASYARAKAT DESAK PROPAM PERIKSA PENYIDIK

BP.TANGERANG – (Kota Tangsel) Viralnya cerita pemerkosaan yang dialami AF membuat polisi bergerak cepat menangkap Raffi Idzamallah yang diduga sebagai pelaku pemerkosaan.

Informasi yang kami himpun, AF sudah melaporkan ke Polres Tangerang Selatan sejak Agustus 2019. Namun Pelaku tak kunjung ditangkap.

LBH Primair Indonesia menyayangkan aparat kepolisian yang baru melakukan penangkapan setelah cerita AF di instagramnya menjadi viral beberapa hari ini. Sulit dipungkiri, bahwa kepolisian bergerak karena desakan publik.

“Sikap aparat kepolisian yang baru melakukan penangkapan Raffi Idzamallah merupakan bentuk pembiaran terhadap praktek kekerasan terhadap perempuan,”Ujar Erlangga swadiri Ketua LBH Primair Indonesia.

LBH Primair Indonesia meminta agar Seksi Propam Polres Tangerang Selatan melakukan pemeriksaan Penyidik yang menagangani laporan AF ini, dan kemudian memberikan sanksi sesuai peraturan yang berlaku.

Sebelumnya, AF menceritakan pemerkosaan yang dialaminya di akun Instagram pribadinya Jumat, 7 Agustus 2020. AF mengaku pemerkosaan terjadi pada 13 Agustus 2019.

Pelaku memukul AF dengan benda tumpul hingga tak sadarkan diri. AF mengaku sempat melihat pelaku membawa pisau sambil mengancam.

Pelaku melarikan diri dengan membawa ponsel AF usai memperkosa. AF mengaku memperoleh pesan dari pelaku melalui Instragram saat dibawa ke rumah sakit.

Pelaku mengancam dan meneror AF melalui pesan di Instagram. Pelaku menggunakan sejumlah akun anonim dengan nama pengguna Instagram yang berbeda.

Belakangan, AF mengetahui pelaku bernama Raffi Idzmallah alias Gondes. Dia disebut tinggal di belakang perumahaan Bintaro sektor 9, Tangerang Selatan.

“Cerita lamanya tindak lanjut laporan di Polres Tangerang Selatan bukan hanya dialami AF. M, Ibu dari AR yang merupakan Klien LBH Keadilan juga pada 25 Juli 2019 melaporkan pencabulan yang dialami anaknya. Namun hingga saat ini perkaranya tak kunjung jelas. Rencana diversi karena ketiga orang pelakunya anak-anak, hingga saat ini belum dilakukan,”Tutup Erlangga Swadiri Ketua LBH Primair Indonesia. (Bentengpos.com/zul/red)

About bentengpos.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*