Home / Banten / DIDUGA LIMBAH CAIR PABRIK LOGAM CEMARI LADANG PETANI,WARGA LAPORAN KE LPKSM

DIDUGA LIMBAH CAIR PABRIK LOGAM CEMARI LADANG PETANI,WARGA LAPORAN KE LPKSM

BP.BANTEN – (KAB.SERANG) Rabu 20 agustus 2020,Lembaga Perlindungan Konsumen (LPKSM ) mendapat laporan dari masyarakat terkait adanya dugaan pelanggaran hukum tentang pencemaran lingkungan hidup yang di duga di lakukan oleh salah satu perusahaan industri logam di cikande kawasan modern yang tepatnya di wilayah Desa Cijeruk Kecamatan Cikande Kab.Serang.

Ketika hendak Koordinasi kepada kepala Desa Cijeruk yang ditemui Asik selaku pendamping sekaligus Karang Taruna Desa Cijeruk menjelaskan bahwa kepala Desa sedang tidak di kantor ketika di konfirmasi terkait laporan dari masyarakat kepada (DPP LPKSM)

Asik menjelaskan kepada Arifin selaku ketua Umum (LPKSM) dan awak media Siber News ” memang masyarakat sempat datang ke kantor desa terlebih dahulu mengadukan keluhannya kepada kepala desa langsung, dan pihak dari desa sudah melakukan koordinasi kepada pihak perusahaan Logam tersebut namun sampai sekarang belum ada kejelasan dari pihak perusahaan kepada masyarakat terkait keluhan masyarakat tersebut,”jelasnya.

Hasil investigasi lapangan yang di dampingi langsung oleh Asik perwakilan dari kantor desa melakukan pengecekan langsung ke lokasi tanah petani padi,yang tanah garapnya persis di belakang pabrik logam tersebut ternyata benar air sawahnya di genangi oleh limbah B3.

Arifin ketua DPP LPKSM menjelaskan bahwa fungsi LPKSM, dalam maslah ini ikut mengawal sesuai yang tertuang di dalam Undang Undang
Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) menurut UU no 32 tahun 2009 pasal 1 ayat (2) adalah upaya sistematis dan terpadu yang dilakukan untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup dan mencegah terjadinya pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup, Larangan-larangan tersebut diikuti dengan sanksi yang tegas dan jelas tercantum pada Bab XV tentang ketentuan pidana pasal 97-123.

“Salah satunya adalah dalam pasal 103 yang berbunyi: Setiap orang yang menghasilkan limbah B3 dan tidak melakukan pengelolaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling sedikit Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah).karna dalam pasal tersebut selain dapat merugikan lingkungan hidup juga di kwatirkan akan berdampak kepada masyarakat ketika mengonsumsi serapan air yang tercemari limbah tersebut,” ungkapnya.

Di temui salah satu petani yang bernama sukemi warga Kp.kemuning menjelaskan “semenjak adanya air limbah B3 yang di duga berasal dari pabrik Logam tersebut sukemi merasa merugi karena sudah dua kali melakukan penanaman padi tidak pernah tumbuh subur bahkan tanaman padinya gosong seprti terbakar, “Ujar Sukemi.

Ketika hendak di konfirmasi kebenaran laporan dari masyarakat terkait limbah yang berasal dari pabrik pengelolaan Logam tersebut pihak perusahaan melalui Security gerbang perusahaan menolak awak media untuk masuk kedalam perusahaan dengan alasan harus ada ijin dari salah satu keamanan wilayah perusahaan tersebut yang bernama Ridwan

Padahal jelas pers di berikan Kebebasan pers adalah hak yang diberikan oleh konstitusional atau perlindungan hukum yang berkaitan dengan media dan bahan-bahan yang dipublikasikan Dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers pasal 4 di dalam ayat 1 disebutkan bahwa kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara,ayat ketiga bahwa untuk menjamin kemerdekaan pers, pers Nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.

Dalam ketentuan pidana pasal 18 itu dikatakan setiap orang yang melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang dapat menghambat atau menghalangi ketentuan pasal 4 ayat 2 dan ayat 3 terkait penghalang-halangan upaya media untuk mencari dan mengolah informasi, dapat dipidana dalam pidana kurungan penjara selama 2 tahun atau denda paling banyak 500 juta rupiah. (Bentengpos.com/roni/red)

About bentengpos.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*