Home / Tangerang / Reses DPR RI, Zulfikar : Banyak Persoalan Yang Belum Terpecahkan di Kota Tangerang

Reses DPR RI, Zulfikar : Banyak Persoalan Yang Belum Terpecahkan di Kota Tangerang

Anggota DPR RI fraksi Demokrat, Zulfikar saat melakukan reses di Cimone, Senin (15/2/2021), Yudha Bentengpos.com

BP. TANGERANG – (Kota Tangerang) Serap aspirasi masyarakat, anggota DPR RI fraksi Partai Demokrat daerah pilihan Banten III, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Tangerang Selatan, Zulfikar langsungkan Reses masa sidang ke-3 Tahun 2020-2021 di Cimone.

Dalam reses tersebut juga turut dihadiri oleh Sekretaris DPC Partai Demokrat yang juga sebagai anggota DPRD Kota Tangerang, Dedy Fitriadi, Babinsa, Ketua RT/RW, Tokoh Ulama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, serta warga Cimone dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) dengan memakai masker dan menjaga jarak.

Dalam usulannya, warga Cimone berharap adanya bantuan zonasi Sekolah, Posyandu, Gapura, serta Sarana dan Prasarana Olahraga, seperti yang dikatakan oleh Dedi Iskandar, Ketua RT 01 Cimone, yang sangat berharap adanya bantuan renovasi sarana olahraga yang ada di wilayahnya.

“Semenjak jadi RT Alhamdulillah tempat sampah itu saya ubah menjadi tempat olahraga. Yang jadi masalah ini adalah perawatan, karena terbuat dari bambu. Dan yang dipakai saat ini menggunakan dana kas RT RW. Yang mudah-mudahan nanti bisa terealisasi dengan adanya Reses kali ini, karena harapan saya ini, menjadi kampung olahraga,” papar RT Dedi.

Kendati demikian, Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Zulfikar mengungkap banyaknya persoalan yang belum terpecahkan di Kota Tangerang, yang menjadi PR.

“Terutama masalah Sekolah SMP yang saat ini kurang untuk lokal Sekolah, lalu permohonan Gapura yang hingga saat ini belum direalisasi, dan dari hasil reses kali ini terutama fasilitas olahraga bagi masyarakat Rt 01, Rw 03 yang minta sarana olahraga,” ujarnya kepada Bentengpos.com, (15/2).

Mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada SDN yang kosong sebagian gedungnya, menurutnya sebaiknya menggunakan gedung itu untuk dibuat SMPN senada dengan usulan masyarakat.

Zulfikar mengatakan persoalan Zonasi pernah dibicarakan dengan dinas terkait pada tahun 2019, namun persoalan Zonasi kembali terjadi di 2020. Dirinya pun menanyakan kinerja Pemerintah Kota Tangerang terkait aturan Zonasi yang tak kunjung ada solusi, karena hal tersebut terjadi tidak hanya di wilayah Kelurahan Karawaci. Namun banyak juga terjadi di beberapa wilayah di kecamatan lainnya di Kota Tangerang.

“Saya bersama Pak Dedy waktu itu tahun 2019 sudah menanyakan bagaimana solusi langkah pemerintah Kota untuk mengatasi persoalan Zonasi kepada Kepala Dinas Pendidikan, dia jawab tahun depan tidak akan ada masalah seperti ini lagi, tapi kenyataannya di tahun 2020 terjadi lagi,” Ujar Zulfikar, menjawab pertanyaan masyarakat dalam reses.

“Bila memang persoalannya lahan, pemerintah Kota harusnya bisa meningkatkan bangunan Gedung Sekolah. Apartemen banyak bebas diijinkan bisa dibangun tinggi, ini masa soal pendidikan tidak bisa, persoalan lahan bukan masalah tapi niatnya yang penting untuk masa depan pendidikan anak-anak kita, di bawah SD di lantai atas SMP masa gitu aja bingung,” sambung Zulfikar.

Dedy Fitriadi bersama Zulfikar disesi tanya jawab usulan warga, Senin (15/2/2021), Yudha Bentengpos.com

Senada dikatakan oleh Dedy Fitriadi selaku anggota Komisi II DPRD Kota Tangerang yang membawahi bidang pendidikan langsung merespon aspirasi masyarakat mengenai persoalan ketiadaan SMP Negeri di wilayah Kelurahan Cimone.

“Nanti kita segerakan urusan SMP Negeri ini, akan kita ajukan ke rapat nanti di DPRD, Fraksi Demokrat akan kawal permasalahan ini,” pungkas Dedy Fitriadi menambahkan.

Dari adanya usulan tersebut, bersamaan dalam reses juga turut diisi dengan pembagian sembako kepada warga Cimone. (Yudh/Bentengpos.com)

About bentengpos.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*