Home / Tangerang / Ritual PehCun Dirayakan Dengan Prokes Ketat Sambil Makan Bacang

Ritual PehCun Dirayakan Dengan Prokes Ketat Sambil Makan Bacang

BP. TANGERANG – (KOTA TANGERANG) Masyarakat Kota Tangerang khususnya di Kecamatan Karawaci merayakan tradisi malam Peh Cun di vihara Mpe Phe Tjoen Karawaci,  Minggu malam (13/06/2021) dengan memakan bacang. Tradisi tersebut juga dijalankan dengan tetap menjalankan Protokol Kesehatan yang ketat.

Menurut Vanny selaku cucu dari pengurus Vihara Mpe Phe Tjoen mengatakan bahwa setiap kali malam perayaan Peh Cun dilakukan tradisi memandikan perahu Mpe.

“Jadi jam 12 malam kita mandikan perahu mpe. Itu kan perahunya diselimuti sama baju, dibuka semua untuk dimandikan. Jadi ritualnya seperti itu dalam setahun sekali kita,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Tangerang, Agus Setiawan mengatakan, bahwa tradisi orang Tangerang atau yang sering disebut ‘China Benteng’ tepat di Hari PehCun terbiasa dengan memakan Bacang.

“Untuk mengenang jasa Qu Yuan, orang China pun melakukan tradisi makan Bacang yang sudah ada pada zaman Qun Chiu (722 SM – 481 SM). Karena, Bacang membebani nasi bungkus yang dilempar ke sungai.” Ucapnya, (13/6/2021) Malam.

Seperti yang kita ketahui, Bacang menggunakan daun untuk membungkus beras dan dibuat seperti tanduk sapi. Ada juga menggunakan tabung bambu diisi dengan tutup rapat dan dipanggang sampai matang. Nah, untuk di kota Tangerang biasa menggunakan bungkus daun.

“Makanya Perayaan PehCun di sebut juga hari makan Bacang,” ujarnya

Menurut Politisi Partai PDI Perjuangan itu, event Peh Cun saat ini tidak semeriah tahun-tahun sebelum-nya. Lantaran dikota Tangerang dan Indonesia masih dalam Pandemi covid-19.

“Karena masih dalam pandemi harus mengikuti Peraturan Pemerintah dengan menjalankan prokes dengan membatasi undangan dari luar daerah Tangerang yang hadir seperti dari Surabaya, Sumatera dan Kalimantan kerabat anak cucu. Akan tetapi tetap kita rasakan dengan penuh syukur,” ungkapnya

“Biasanya hari PehCun berlangsung selama tujuh hari tujuh malam dengan diisi hiburan seni musik lengkap dengan panggung di tambah Barongsai dan masyarakat juga bisa mengikuti UMKM,” tambahnya

Selain itu, di acara PehCun kali ini Dirinya berharap kepada Tuhan Yang Kuasa dapat mengangkat Pandemi dari muka bumi, agar tahun depan perayaan PehCun bisa meriah seperti sediakala dan semua masyarakat dapat merasakannya.

“Bertepatan di tanggal 13 Juni Malam Peh Cun ini, kita minta Covid-19 cepat berlalu, semoga kita bisa merayakan bersama-sama di tahun depan. Agar Mpek Peh Cun bisa bahagia, bisa melihat generasi penerusnya dapat terus membudayakan kebudayaan Mpek Pecun ini.” Harapnya

Sementara itu, Salah satu waris Vihara Mpeh Phe Tjoen Vanny menambahkan, bahwa acara ritual pemandian keramat di malam Peh Cun sudah menjadi tradisi di kalangan warga keturunan Tionghoa.

“Untuk memandikan perahu kuno tersebut sudah dilakukan sejak tahun 1.800 . Karena itu, hingga kini masih diadakan ritual mandi perahu-perahu yang dianggap keramat.” Imbuhnya

“Perayaan PehCun setiap jam 12 malam-nya ritual mandiin perahu yang dilakukan setiap tahun, dengan membuka bajunya dan kita ganti baju Perahu PehCun nya,” pungkasnya. (Yud/Ags/Bentengpos.com)

About bentengpos.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*