Home / Tangerang Kota / Saldo PKH-BPNT Kosong,DPRD Kota Tangerang Desak Bank BNI Keluarkan Surat Serah Terima

Saldo PKH-BPNT Kosong,DPRD Kota Tangerang Desak Bank BNI Keluarkan Surat Serah Terima

BP.Tangerang,- (Tangerang Kota) Berdasarkan hasil dari aduan warga Kelurahan Batusari, Kecamatan Batu Ceper kepada DPRD Kota Tangerang, mengenai saldo kosong Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), DPRD Kota Tangerang Desak BNI Kota Tangerang untuk mengeluarkan serah terima penerimaan kartu dan buku rekening milik Keluarga Penerima Manfaat (PKM).

Anggraini Jatmika Ningsih Selaku Sekertaris Komisi II DPRD Kota Tangerang menjelaskan, melihat dari kasus saldo kosong yang dialami oleh dua warga batusari bermuara di BNI Kota Tangerang ini, saya mendapatkan kesimpulan setelah mendengarkan penjelasan dari sejumlah pihak yang terlibat dalam penyaluran program besutan Kementrian Sosial (Kemensos) tersebut.

 

 

“Bank BNI Kota Tangerang harus segera mengeluarkan surat serah terima kartu dan buku rekening. Dari situ bisa terlihat siapa yang menerima dan selanjutnya bisa melakukan penelusuran penggesekan saldonya,” kata Mika, Sapaan akrabnya, usai hearing Kamis 24 Juni 2021.

Mika menekan, serah terima yang dimaksud harus ditunjukkan oleh BNI Kota Tangerang paling lambat dua minggu ke depan. “Kepada BNI, saya minta paling cepat satu minggu, selambat-lambatnya dua minggu,” desak Mika kepada perwakilan BNI yang hadir ruang Badan Anggaran, Gedung DPRD.

Dedy Fitriadi Anggota Komisi II DPRD Kota Tangerang menambahkan, “Sudah jelas Sukilah dan Ita Puspitasari merupakan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH-BPNT yang merupakan program milik Kemensos. Namun sejak terdaftar pada 2018, keduanya tidak pernah menerima bantuan tersebut akibat ulah oknum yang tidak bertanggung jawab,”

“Mudah mudahan pihak Bank BNI Kota Tangerang Bisa Segera memberikan data tersebut guna memudahkan kita untuk cepat terungkap dan ketauan siapa dalang yang merugikan Warga penerima bantuan tersebut,” ucap Dedy Fitriadi.

Mendapat desakan dari DPRD, Miftah, salah satu perwakilan dari Bank BNI Kota Tangerang tidak mengelak dan menyanggupi permintaan yang dilontarkan Mika sebagai upaya pembongkaran kasus saldo kosong PKH-BPNT.

“Kita kumpulkan dulu berkas-berkasnya, nanti kita lampirkan buktinya sesuai waktu yang ditentukan,” ucap Miftah.

Sementara Imam, kuasa hukum dari korban saldo kosong menunggu surat serah terima yang akan ditunjukkan dari BNI. Ia berharap bukti penerimaan dari Bank Pemerintah itu bisa menjadi titik terang bongkar kasus kliennya, Ita dan Sukilah.

“Siapa nanti namanya tertera pada tanda terima yang dikeluarkan oleh BNI, bisa menjadi dugaan kuat terlibat dalam permainan yang merugikan masyarakat dan Negara. Langkah hukum pun pasti kami lanjutkan sebagai sanksi yang telah diperbuatnya,” Tandasnya.

 

(Hasan, Bentengpos)

About bentengpos.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*