Home / Education / Lapangan Pekerjaan Bagi Perawat Sebatas di RS?

Lapangan Pekerjaan Bagi Perawat Sebatas di RS?

Ns. Mery Anglelia Sirait, S.Kep

BP. SEKILASPOS – (JAKARTA) Dalam penyelenggaraan lapangan pekerjaan profesi keperawatan sampai saat ini masih hanya berfokus di rumah sakit. Dengan merujuk jumlah tenaga Kesehatan terbanyak yaitu profesi keperawatan dimana jumlah profesi perawat sendiri menduduki 1/3 dari jumlah tenaga Kesehatan yang ada (WHO, 2017).

Oleh karena hal tersebut perlu adanya sosialisasi lapangan pekerjaan bagi perawat selain di rumah sakit karena dalam pemberian pelayanan Kesehatan dapat diberikan baik di Rumah sakit maupun komunitas.

Asal mula lahirnya profesi keperawatan di pelopori oleh Florence Nithigale. Seorang putri dari kerajaan Inggris yang terpanggil untuk merawat orang sakit yang akhirnya melahirkan keperawatan modern sehingga dijuluki sebagai Lady of The Lamp (1867).

Karena perkembangan ini perawat menjadi salah satu profesi tenaga Kesehatan yang dengan jumlah terbanyak khususnya di Indonesia. Jumlah perawat sendiri menurut data World Health Organization tahun 2017 sebanyak 20.3 juta sedangkan untuk jumlah perawat di Indonesia sendiri berjumlah Jumlah perawat di Indonesia pada 2019 mencapai 345.508 orang.

Dalam Undang-undang No 38 tahun 2014 tentang keperawatan disebutkan bahwa keperawatan merupakan kegiatan pemberian asuhan kepada individu, keluarga, kelompok baik dalam kondisi sakit maupun sehat. Sedangkan perawat adalah seseorang yang telah lulus Pendidikan tinggi keperawatan.

Dimana sebagai sebuah profesi perawat dalam melaksanakan asuhan dan praktik keperawatan harus memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) sebagai bukti pengakuan negara.

Pembagian perawat berdasarkan Undang-undang No 38 tahun 2014 yaitu :

Perawat Vokasi (Diploma III), Perawat profesi yang terdiri dari Ners dan Ners Spesialis.

Pengembangan karir perawat merupakan suatu perencanaan dan penerapan rencana karir yang dapat digunakan untuk penempatan perawat pada jenjang yang sesuai dengan keahliannya, serta menyediakan kesempatan yang lebih baik sesuai dengan kemampuan dan potensi perawat.

Karir perawat disusun untuk pencapaian keunggulan asuhan yang dimiliki perawat dan partisipasi untuk mencapai kompetensi sesuai dengan level karir (Baucom, Hibbert, Sigler, Fanning, & Sandoval, 2012).

Dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 40 Tahun 2017 memuat bagaimana jenjang karir perawat. Berdasarkan PMK No 40 Tahun 2017 dalam pasal 3 memuat bagaimana jenjang karir perawat di Rumah Sakit dan Puskesmas saja. Hal ini menjadi kekurangan tentunya bagaimana dengan perawat lainnya yang tidak bekerja di instansi Rumah Sakit maupun di Puskesmas.

Secara umum pengembangan karir profesional perawat sebagai mana tertuang di dalam PMK PMK No 40 Tahun 2017 dalam pasal 2C, mencakup empat peran utama perawat yaitu, Perawat Klinis (PK), Perawat Manajer (PM), Perawat Pendidik (PP), dan Perawat Peneliti/Riset (PR).

Oleh karena beragamnya jenis pembagian Pendidikan keperawatan ini telah membuktikan bahwa profesi perawat sangatlah dibutuhkan namun perawat sendiri tidak hanya dibutuhkan di Rumah Sakit saja namun banyak juga dibutuhkan oleh instansi lainnya.

Mari kita lihat beberapa contoh lapangan pekerjaan bagi lulusan perawat selain di Rumah Sakit :

  1. Perawat Homecare : Layanan berupa perawatan home care merupakan layanan yang diberikan sebagai upaya dalam memenuhi kebutuhan pasien yang memiliki keterbatasan untuk datang langsung ke Rumah sakit. Pelayanan perawat home care dibutuhkan untuk memberi pertolongan pertama jika terjadi kondisi darurat selama proses penyembuhan, atau ketika pasien sedang dirumah. Perawatan homecare ini biasanya diberikan kepada lansia, pasien-pasien pasca menjalani operasi dengan keterbatasan fisik, pasien-pasien dengan penyakit kronik.
  2. Medical representative : Menjadi medical representative diperuntukkan bagi seseorang yang memiliki ketertarikan di bidang penjualan dan juga memiliki kemampuan komunikasi dan relasi yang luas. Seorang medical representative sendiri harus mampu mewakili perusahaan untuk mempromosikan dan menjelaskan product knowledge secara professional kepada customernya seperti kepada dokter, apoteker, atau klinik untuk membeli produk yang ditawarkan. Seorang Medical representative harus menguasai banyak kosakata medis, fungsi product yang di tawarkan, efek samping dan harganya. MedReps akan membantu klien untuk menjelaskan tentang obat-obatan dan perlengkapan medis yang di tawarkan oleh karena itu ini menjadi salah satu peluang pekerjaan bagi seorang perawat dan sesuai dengan pengetahuan yang diperolah saat pendidikannya.
  3. Analis Klaim Asuransi Kesehatan : Seorang analis klaim asuransi bertanggung jawab untuk berbagai tugas, termasuk meninjau dan menganalisa klaim dan biaya, pengolahan klaim baru dan menyelesaikan yang lama, dan bertindak sebagai penghubung antara perusahaan, pengacara, broker asuransi, operator dan kantor. Beberapa job desk yang dimiliki oleh seorang analis klaim asuransi yaitu : Memonitor proses analisa klaim untuk memastikan hal tersebut dilakukan secara akurat dan tepat serta pengolahan klaim berdasarkan SPO yang telah ditetapkan perusahaan. Memverifikasi dan memperbarui informasi pada klaim yang diajukan, Memproses klaim berdasarkan standar yang ditetapkan oleh Perusahaan, Memantau proses klain yang tertunda dan klaim yang ditolak beserta alasannya. Seorang klaim Analis juga harus memiliki keterampilan berkomunikasi. Teliti dan menguasi kemampuan computer yang baik.
  4. Dosen : Dari berbagai pekerjaan yang dapat dilakukan perawat menjadi seorang dosen merupakan jenis pekerjaan yang menjadi favorit. Menjadi seorang dosen harus memiliki Pendidikan minimal S2 keperawatan dan memiliki surat izin mengajar.
  5. Penulis buku : Perawat yang memiliki ketertarikan dalam menulis dapat menjadi seorang penulis. Menjadi seorang penulis buku khususnya buku keperawatan merupakan salah satu peluang pekerjaan yang cukup besar dan baik. Dengan menjadi seorang penulis, perawat dapat menuliskan pendapatnya dan menuangkan ide, kreativitas serta pengetahuan yang dimiliki dalam bentuk tulisan sehingga dapat dinikmati oleh banyak orang khususnya bagi para pelajar dan juga mahasiswi keperawatan. Selain menuangkan kemampuan yang dimiliki melalui tulisan menjadi penulis sendiri juga memiliki penghasilan yang cukup dan menjadi terkenal tentunya.
  6. Peneliti Kesehatan : Seorang Peneliti atau kerap disebut dengan scientist adalah sebutan bagi seseorang yang tugas utamanya melakukan penelitian dalam mengembangkan ilmu pengetahuan (sains keperawatan) dan teknologi. Kebanyakan dari penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mencari solusi dari berbagai fenomena yang kerap terjadi di masyarakat guna melakukan pengembangan dalam bidang keilmuannya terkhusus dibidang keperawatan.

REKOMENDASI
Berdasarkan uraian diatas Profesi keperawatan cukup menjanjikan karena lapangan pekerjaan bagi lulusan keperawatan cukup luas dan tidak terbatas di Rumah Sakit saja.

  1.  Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No 40 tahun 2017 pada pasal 1 ayat 1 menyebutkan bahwa untuk meningkatkan moral kerja dan mengurangi kebuntuan karir (dead end job/career) telah di atur jenjang karir perawat secara professional namun dalam pelaksanaannya sampai saat ini belum maksimal. Dalam PMK 40 tahun 2017 menyebutkan bahwa sampai saat ini belum ada acuan secara nasional yang menjelaskan tentang jenjang karir maupun lapangan pekerjaan bagi lulusan profesi keperawatan selain di Rumah Sakit dan Puskesmas. Oleh karena itu perlu adanya pengawasan dalam implementasi terhadap PMK No 40 Tahun 2017 serta pembuatan rancangan undang-undang kembali oleh pemerintah untuk dapat mengaturnya sehingga lulusan keperawatan dapat kian berkiprah dalam karirnya.
  2. Adanya organisasi PPNI sendiri sebagai wadah kesatuan perawat di seluruh Indonesia dapat menjadi langkah awal untuk merangkul seluruh perawat di Indonesia dapat dikembangkan dalam menjalin kerjasama dengan beberapa instansi terkait yang turut membutuhkan profesi perawat untuk bekerja.

Hal ini turut menjadi kontribusi bagi pengurus PPNI dan juga bagi lulusan perawat khususnya yang baru saja tamat agar segera bergabung dan dapat dengan segera memperoleh pekerjaan.

Kesimpulan
Semoga ada wadah bagi para mahasiswa keperawatan ataupun yang akan menempuh Pendidikan profesi keperawatan untuk bisa berbagi pengalaman bekerja di berbagai instansi yang ada sehingga membuka wawasan bagi para perawat untuk memilih minat yang dimiliki kemana pada saat akan melamar pekerjaan.

Referensi

  • Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2014). Undang- undang Nomor 38 Tahun 2014 Tentang keperawatan
  • Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Peraturan Menteri Kesehatan No 40 Tahun 2017 Tentang Jenjang Karir Keperawatan
  • World Health Organization. (2017). Jumlah Tenaga Perawat Indonesia. Amerika : WHO https://www.who.int/ diakses pada 24 November 2021

Penulis : Ns. Mery Anglelia Sirait, S.Kep, Mahasiswa Magister Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Indonesia Tahun 2021

(editor : Yudha/Bentengpos.com)

About bentengpos.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*