Home / Tangerang Kota / Baru Menjabat, Kasi Pidsus Kejari Kota Tangerang Jebloskan Empat Tersangka Korupsi

Baru Menjabat, Kasi Pidsus Kejari Kota Tangerang Jebloskan Empat Tersangka Korupsi

BP.Tangerang- (Kota Tangerang) Kejaksaan Negeri Kota Tangerang tetapkan empat tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan pembangunan pasar lingkungan, Kelurahan Gebang Raya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang. Dalam dugaan Kasus Korupsi tersebut terjadi di salah satu dinas Perindustrian dan Perdagangan pada tahun anggaran 2017.

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Kota Tangerang Chandra Kirana, SH. MH yang mendampingi Kepala Kejaksaan Negri Kota Tangerang Erich Folanda, bersama Kepala Seksi Intelijen Kejari Kota R Bayu Probo Sutopo mengatakan, ada empat (4) tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi tersebut.

Keempat tersangka yakni OSS, sebagai Pejabat Pembuat Komitmen di dinas terkait. Lalu, AA, sebagai Direktur PT Nisara Karya Nusantara. Kemudian, AR, selaku Site Manager PT Nisara Karya Nusantara dan DI, sebagai Penerima Kuasa Dari Direktur PT Nisara Karya Nusantara, ” ucap Chandra.

Candra menegaskan, keempat tersangka tersebut langsung dilakukan selama 20 hari.

“Para tersangka itupun langsung dilakukan Penahanan Rutan selama 20 hari kedepan terhitung 10 Mei hingga 29 Mei 2022 di Rutan Kelas II b Pandeglang” tegasnya.

Selain itu, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tangerang Erich Folanda menjelaskan, modus para tersangka tersebut pada tahun anggaran 2017 Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tangerang menganggarkan Pembangunan Pasar Lingkungan di Kelurahan Gebang Raya, Kecamatan Periuk Kota Tangerang. Pembangunan tersebut menggunakan APBD kota tangerang dengan anggaran senilai Rp 5.063.579.000 .

“Bahwa berdasarkan audit fisik bangunan yang dilakukan oleh Tim Penyidik ​​Kejaksaan Negeri Tangerang bersama-sama dengan Tim Ahli Bangunan dari Universitas Muhammadiyah Tangerang, ditemukan bahwa kuantitas bangunan tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi, dan didapati banyak item tidak terpasang sesuai dengan kontrak,” ujar Erich kepada wartawan saat jumpa pers dikantornya, Selasa (10/5/2022).

Dalam perbuatan tersebut dilakukan oleh OSS sebagai PPK bersama-sama dengan AA selaku Direktur PT Nisara Karya Nusantara AR dan DI mengakibatkan kerugian keuangan negara senilai Rp 640.673.987 .

“Adapun untuk peran masing-masing, OSS sebagai PPK kontrak bersama-sama dengan AA sebagai Direktur PT Nisara Karya Nusantara. Selanjutnya AA sebagai Direktur, kuasa kepada DI, sehingga dalam pelaksanaan pekerjaan AA tidak pernah terlibat aktif, Tersangka DI kemudian bersama- sama dengan AR mengerjakan kegiatan pembangunan pasar tersebut pada tahun 2017. Bahwa dalam proses pengerjaannya, banyak item pekerjaan yang tidak terpasang sehingga mengakibatkan Kerugian Keuangan Negara,” jelasnya.

Erich menambahkan, untuk masing-masing tersangka pidana di jerat dengan pasal pemberantasan korupsi.

“Bahwa untuk Masing-masing Tersangka, Penyidik ​​pada Kejaksaan Negeri Kota Tangerang menyangkakan Pasal 2 ayat (1) Jo. Pasal 18 ayat (1) UU RI No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI No 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas UU RI No.31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP dan/atau Pasal 3 Jo Pasal 18 ayat (1) UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP,” tambahnya.

Dalam waktu 1 bulan, sejak Kasi pidsus langsung mempelajari permasalahan tersebut, dan dari hasil penyidikan dianggap cukup untuk menetapkan para pihak sebagai tersangka yang harus mempermasalahkannya secara hukum. (San/Yud)

About bentengpos.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*