Home / Uncategorized / RS An Nisa Tingkatkan Layanan Penderita TBC

RS An Nisa Tingkatkan Layanan Penderita TBC

BP.TANGERANG- (Kota Tangerang) Setelah berhasil mendapat penghargaan Pelayanan Terbaik TB tingkat Kota Tangerang dan penghargaan sebagai rumah sakit dengan pengelolaan laporan SITT (Sistem Informasi TB Terpadu0 terbaik tingkat FKRT.

 

Rumah Sakit (RS) An Nisa mendapatkan apresiasi dari sejumlah institusi yang berkecimpung dalam dunia kesehatan terkait penanganan penyakit tuberkulosis (TBC).

 

Hal itu diungkapkan saat Tim Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Tim World Health Organization (WHO) serta Tim Reviewer Implementasi Public Private Mix Tuberculosis, mendatangi RS yang beralamat di Jalan Gatot Subroto Km 3, Cibodas, Rabu (10/08).

 

Tim TB DOTS RS An-Nisa Kota Tangerang mendapat kunjungan dari tim Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan tim ekternal review yang berasal dari World Health Organization (WHO), terkait Evaluasi Implementasi Public Private Mix (PPM) Tuberkulosis.

 

Ketua Tim TB DOTS Dokter Spesialis Paru RS An-Nisa Kota Tangerang, dr. Prasetyo Haryadi, SpP mengaku kunjungan ini bertujuan untuk meninjau atas implementasi dalam penanganan penyakit Turbokulosis (TB) dan memvalidasi kesesuaian data terhadap sistem yang dilaporkan.

 

Hal ini dilakukan guna mengetahui perkembangan implementasi layanan TB di Kota Tangerang. Prasetyo mengungkapkan dalam menangani kasus TB, Rumah Sakit An-Nisa melakukan sistem pencatatan melalui sistem online atau aplikasi TB yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan dan diimplementasikan kembali oleh tim TB DOTS.

 

Sehingga jika rumah sakit menerima pasien dari Puskesmas, klinik atau tempat kesehatan lainnya, tim TB DOTS langsung mendata atau mencatat pasien tersebut ke sistem aplikasi yang sudah disediakan dengan cepat. “Intinya kita perkuat jaringan internal dan integritas kita terhadap dokter yang ada di rumah sakit.

 

Kedepan, kami berkomitmen untuk memberantas TB dengan cara melakukan sosialisasi dan edukasi terkait pencegahan dini TB melalui kanal media sosial maupun jejaring fasilitas layanan kesehatan. Sehingga pasien TB bisa teratasi dan ditangani secara tuntas,” katanya.

 

Sementara itu I Wayan Gede Artawan Eka Putra, seorang reviewer eksternal lainnya menerangkan, Program Kunjungan ke RS An Nisa bertujuan melibatkan fasilitas kesehatan (Faskes) swasta dalam mempercepat penemuan penderita TBC. Sehingga diharapkan tidak menambah jumlah populasi TBC.

 

“Sebenyak 72 persen pasien datang ke RS swasta dengan alasan kenyamanan dan privasi. Sehingga peluang pendekatan penyembuhan dan meminimalisir TBC pada faskes kesehatan non pemerintah ini memiliki potensi yang sangat besar,” tutur I Wayan.

 

“Indonesia menduduki peringkat 3 dengan penderita tertinggi di dunia setelah India dan Cina. Dalam kurun waktu satu tahun, sedikitnya terdapat 824 ribu kasus TBC baru. Semua lapisan masyarakat memiliki risiko terinfeksi, karena interaksi dan aktivitas masyarakat,” terang I Wayan.

 

Penanggulangan TBC yang dilakukan RS An Nisa, bisa dijadikan contoh oleh klinik, puskesmas maupun rumah sakit lainnya. “Pastinya RS An Nisa bisa dijadikan rujukan bagi faskes sekitar. Khususnya untuk warga yang terinfeksi TBC,” tukas I wayan         (dini/ bentengpos.com)

About bentengpos.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*