Home / Tangerang / Dapatkan Solusi Penanganan Banjir, Camat Sepatan Bersama Camat Pakuhaji Diapresiasi Warga

Dapatkan Solusi Penanganan Banjir, Camat Sepatan Bersama Camat Pakuhaji Diapresiasi Warga

BP.Tangerang- (Kabupaten Tangerang) Diberitakan sebelumnya pemukiman warga Kecamatan Pakuhaji terendam banjir, Camat Sepatan bersama Camat Pakuhaji gelar musyawarah bersama di kantor desa kayu agung, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, pada Senin (23/6/20).

Kegiatan Musyawarah yang dilakukan oleh Supriyatna Camat Sepatan, bersama Asmawi Camat Pakuhaji tersebut dilakukan guna memberikan solusi untuk saluran irigasi di desa kayu agung yang tertutup urugan tanah yang berdampak banjir pada pemukiman warga kampung dato, Kelurah Pakuhaji, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang.

Camat Sepatan Supriyatna mengatakan kegiatan musyawarah ini merupakan bagian dari tindak lanjut yang dilakukan oleh pemerintah Kecamatan Pakuhaji untuk mencari solusi terkait keluhan warga tersebut.

“Sebelum melakukan penanganan tadi pihak Bina Marga sudah cek langsung ke lokasi untuk memastikan ada atau tidaknya saluran, karena yang namanya saluran irigasi itu tercatat aset milik pemerintah, baik pemerintah desa, kecamatan maupun Kabupaten Tangerang” kata Camat Sepatan Supriyatna, wartawan kepada, pada Senin (6/2/2023).

Supriyatna memastikan berdasarkan pengakuan dari beberapa pihak saluran irigasi yang tertimbun urugan tanah itu benar-benar ada. Pihaknya bersama pemerintah kecamatan Pakuhaji akan segera melakukan penanganan keluhan banjir yang di alami warga.

“Kami pemerintah kecamatan Sepatan akan segera mengirimkan surat ke dinas Bina Marga kabupaten Tangerang agar pengaduan warga kampung dato kelurahan pakuhaji ini segera terselesaikan dan rumah mereka tidak lagi kebanjiran” tegasnya.

Pada saat yang sama, Camat Pakuhaji Asmawi mengungkapkan rasa menyakitkannya atas musibah banjir yang sudah 2 Minggu itu terlebih banyak rumah warga kampung dato kelurahan Pakuhaji hanya berpondasikan bata merah bahkan dikeluarkan tidak berpondasi.

“Saya khawatir ini akan memberikan dampak yang lebih buruk lagi bagi warga kita makannya kita harus mencari solusi lebih cepat dan terarah” ujar Asmawi.

Lebih lanjut Asmawi mengatakan berdasarkan pengamatan di lapangan ia menyatakan perlunya ada perencanaan yang signifikan terkait penanganan banjir tersebut baik jangka pendek dan jangka selanjutnya.

“Yang bisa kita lakukan melihat kondisi alam seperti ini tidak ada cara lain yang bisa kita lakukan saat ini selain kita melakukan penyedotan dengan menggunakan diesel meski tidak terlalu banyak mengurangi banjir tapi minimal ada upaya untuk melakukannya” ucapnya.

Asmawi berharap kepada dinas Bina Marga Kabupaten Tangerang dan dinas terkait lainnya untuk bersama-sama mencari jalan keluarnya untuk mengatasi permasalahan tersebut sehingga dapat diselesaikan secara permanen.

“Saya sendiri mengetahuinya tidak ada sejarahnya kampung dato ini banjir karena kalau di lihat juga di letak geografinya kampung dato itu berada di tengah-tengah sawah jadi sangat mustahil untuk banjir, setelah musyawarah ini kami pastikan segera melakukan penanganannya” pungkasnya.

Selain itu, Salah satu Warga Pakuhaji yang menangani luapan air tersebut mengapresiasikan seluruh instansi yang sudah memberikan solusi serta membantu menangani kejadian tersebut.

” Alhamdulillah dengan adanya musyawarah tersebut kami selaku warga Pakuhaji yang pulih mendapatkan sebuah solusi dan akan ada sebuah alat berat di minggu ini, saya sangat berterima kasih kepada teman teman pers, seluruh pejabat, Camat Pakuhaji, Camat Sepatan, dan seluruh elemen yang sudah membantu, dan tangani kejadian ini,” ucap Syarif Hidayatullah, kepada Wartawan melalui aplikasi pesan singkat Whatss’App.

Dalam kegiatan musyawarah tersebut di hadiri Camat Sepatan Supriyatna, Camat Pakuhaji Asmawi, Wakapolsek Sepatan Budianto, perwakilan Danramil Sepatan, Perwakilan Dinas (DBMSDA) Kabupaten Tangerang dan Perwakilan warga kampung dato. (TimSepuluh/San)

About bentengpos.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*